Jumat, 22 Juni 2012

Cara Membuat OYEK JAGUNG

  1. PENDAHULUAN Serealia dan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia. Produksi serealia terutama beras sebagai bahan pangan poko dan umbi-umbian cukup tinggi. Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan umbi-umbian sebagai sumber energi pun terus meningkat. Tanaman dengan kadar karbohidrat tinggi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari selera.

    Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras.
    Di beberapa daerah tertentu, misalnya daerah Madura, Bojonegoro, Wonosobo, Grobogan, dan daerah Utara Jawa Tengah, jagung merupakan bahan pangan utama.
    Kandungan protein jagung putih pipilan lebih tinggi bila dibandingkan dengan beras giling (sosoh).

    Tabel 1. Komposisi jagung putih pipilan dibandingkan dengan beras giling (sosoh)
    NAMA
    BAHAN KOMPONEN (%)
    Air
    Protein
    Karbohidrat
    SK
    Abu
    Jagung putih pipilan
    12,00
    8,60
    72,60
    2,00
    1,10
    Beras giling (sosoh)
    12,00
    6,69
    72,23
    0,92
    0,64
    Keterangan :
    SK = serat kasar
    Walaupun produksi dan potensi jagung sebagai bahan pangan penunjang tinggi, tetapi jagung tidak tahan lama. Jagung tongkol hanya tahan sampai 2 bulan, jagung pipilan ± 3 bulan, dan jagung berkulit ± 5 bulan. Untuk memperpanjang daya simpang jagung dapat diolah menjadi oyek jagung. Dengan pengolahan yang baik, oyek jagung ini tahan sampai 1~2 tahun.
  2. BAHAN
    1. Jagung pipilan baru 5 kg
    2. Air dingin secukupnya
    3. Air hangat secukupnya
  3. ALAT
    1. Alat penghancur (lumpang)
    2. Ayakan
    3. Tampah atau nyiru
    4. Baskom
    5. Panci
    6. Dandang
  4. CARA PEMBUATAN
    1. Pilih jagung pipil baru tumbuk kasar;
    2. Ayak dan tampi agar tembaga dan kulit arinya hilang;
    3. Cuci, pisahkan bagian-bagian yang mengapung;
    4. Rendam dalam air bersih ± 1~2 hari. Ganti air rendaman setiap hari, kemudian cuci dan tiriskan;
    5. Tumbuk halus lalu ayak. Bila masih kasar, tumbuk lagi kemudian ayak kembali;
    6. Letakkan tepung pada tampah, beri air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Bolak-balik dengan tangan hingga membentuk butiran-butiran tepung;
    7. Ayak butiran tersebut. Masukan sedikit demi sedikit pada dandang lalu kukus selama 30 menit;
    8. Angkat dan letakkan pada tampah. Bolak-balik sambil diberi air hangat sedikit demi sedikit kemudian diinginkan;
    9. Jemur hingga kering di bawah sinar matahari. Hasilnya diperoleh oyek jagung.
  5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN OYEK JAGUNG
    Catatan :

    1. Oyek jagung dimasak dengan cara merendamnya terlebih dahulu dalam air sampai lunak (+1~2 jam), kemudian cuci bersih lalu kukus selama 1 jam.
    2. Lauk yang sesuai adalah yang rasanya asin pedas.
  6. DAFTAR PUSTAKA Setyono, A. Oyek jagung, pembuatan dan peranannya di dalam pengadaan pangan. Majalah Teknologi, III (2), 1982 : 310-311.
  7. KONTAK HUBUNGAN Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
    Sumber : Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar