Kamis, 15 November 2012

Bentar Suryapranata GURU INDONESIA

CURAHAN HATI SEORANG GTT/PTT
SEKOLAH NEGERI

Assalamu alaikum. Wr.Wb!
Saya mengucapkan Selamat bagi Guru yang berstatus GTT/PTT di Sekolah Negeri
yang telah memetik hasilnya atas perjuangannya dalam Demonstrasi menuntut
Kesejahteraan yang memadai. Dengan system pemberkasan kembali yang telah
dilaksanakan dibeberapa daerah se-Indonesia.

Saya sangat prihatin sekali pada sikap Oknum Kepala Sekolah saya di saat
masih mengabdi di salah satu instansi Sekolah SD Negeri di wilayah Kab.
Sleman, Yogyakarta, yang mana pada pertengahan tahun antara 2009-2010 sikap
Oknum Kepala Sekolah saya tersebut malah sangat ekstrim dan bertolak
belakang dengan usaha perjuangan saya dalam usaha memperjuangkan Hak-hak
Peningkatan Kesejahteraan bagi GTT/PTT di Sekolah Negeri pada pemerintah
pusat dan daerah saat tahun 2007 hingga 2009 akhir. Saya selaku Wakil Ketua
I dari Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) Cabang Sleman
saat itu selalu penuh semangat perjuangan 45 berada di barisan terdepan
dalam usaha memperjuangkan hak-hak dari semua GTT/PTT yg mengabdi di Sekolah
negeri se-Indonesia.

Tetapi kenyataan pahit yang sangat dalam saya alami datangnya dari Oknum
Kepala Sekolah saya tersebut. oknum Kepsek tersebut mengetahui sepak terjang
pewrjuangan saya kemudian muncul kekhawatirannya pribadi yang tidak masuk
akal. Diantaranya bahwa saya di khawatirkan oleh Oknum Kepsek akan membawa
nama Kepsek menjadi jelek dimata umum, selain itu, bahwa saya juga di
khawatirkan membawa nama jelek bagi institusi sekolah. Hal ini apa
hubungannya dengan perjuangan saya yg saat itu memakai baju organisasi
FTHSNI ? Bukan atas nama sekolah atau nama kepala sekolah ?

Dari kekhawatiran tersebut,akhirnya berdampak pada tugas-tugas di sekolah,
yang mana setiap ada tugas yang porsinya sudah jelas bagian tugas saya, oleh
Kepala Sekolah tugas tersebut dilemparkan ke anaknya sendiri yang masih
menganggur dirumah. Sehingga setiap ada tugas admisnitrasi sekolah, secara
otomatis diserahkan ke anaknya sendiri (Hal ini terkesan sbg aji mumpung
menjadi Kepala Sekolah).

Alhasil tugas saya hanya diserahi pembenahan Perpustakaan yang sangat
melelahkan. Perlu saya sampaikan, bahwa Honor tiap bulan yang saya terima
pun selama saya mengabdi perbulan hanya diberikan Rp. 100.000. Padahal tugas
saya sebenarnya amat berat. Termasuk harus melatih Pramuka, Pelaksana
administrasi (saat belum diganti anaknya Oknum Kepsek), dan Pengelola
Perpustakaan Sekolah.

Bayangkan saja, siapa orangnya yg betah dengan perlakuan itu? Sikap Oknum
Kepala Sekolah saja tiap harinya selalu terkesan ketus dan tidak bersahabat,
mengingat saya sbg Pengurus GTT/PTT Sekolah Negeri Se-Indonesia umumnya, dan
Pengurus GTT/PTT SN se-Kab. Sleman dan Kecamatan Berbah khususnya.
Pada awal tahun 2010 saya merasa harus mengundurkan diri karena perlakuan
Oknum Kepala Sekolah yang tidak adil tersebut kepada saya. Saya mengundurkan
diri tidak dengan hormat.

Dengan pertimbangan, jika mundur dengan hormat pun
harga diri saya tidak akan dihormati oleh Oknum Kepsek tersebut. Dipihak
lain, Kepala Dinas Kab. Sleman saat itu saya lapori atas nasib yg menimpa
saya pun juga merasa tdak berkutik. Terkesan malah sikapnya kalah dengan
pejabat Kepala Sekolah. Sebenarnya Kepala Dinas Kab. Sleman bisa menggunakan
kewenangannya untuk melindungi posisi saya saat itu, tetapi hal itu tidak di
lakukan, dengan alasan ingin meweujudkan pemerintahan yang bersih dan jujur.
Namun beliau tidak melihat kasus dan posisi yang menimpa pada diri saya.

Kepada Admin Forum ini, saya hanya bisa curhat dan menyampaikan keprihatinan
saya atas sikap Oknum Kepala Sekolah tempat saya mengabdi selama hampr 17
Tahun di sana. namun hasil yang saya peroleh malah menghancurkan masa depan
saya. Hingga sekarang saya masih mengangur tidak ada pekerjaan tetap. Karena
mengingat usia saya yang telah memasuki 42 tahun jika akan melamar pekerjaan
sudah dianggap tidak produktif. Padahal saya belum berkeluarga, dan masih
mempunyai jiwa pejuang dan loyalitas yg tinggi terhadap jenis kerjaan
apapun.

Disamping itu, saya juga malah semakin matang dalam berusaha
memperjuangan nasib kesejahteraan masyarakat umum dengan mengajukan beberapa
Proposal Pembangunan Kampus, Proposal Pengembangan Gedung Sekolah,
Penambahan modal pabrik yang bangkrut di kab. Grobogan, Pembangunan dan
Penggemukan sapi, Pabrik Pengolahan limbah pemotongan sapi. Saya berpikir,
bahwa daripada saya mengabdi di sekolah yang hanya di berikan honor Rp.
100.000 / bulannya, lebih baik saya gunakan untuk hal-hal yang bersifat
ibadah dan memperjuangkan kesejahteraan bagi masyarakat umum dalam hal usaha
UKM.

Saya tidak ada orang yang mampu membantu nasib saya ini, mau mengadu ke
instansi manapun sudah saya pastikan jawabannya tidak memuaskan, karena saya
tahu betul birokrasi dan instansi mana saja yg untuk mengadu soal nasib
GTT/PTT SN yang di perlakukan tidak adil oleh Instansinya sendiri. Saya
hanya bisa bercerita di forum ini sebagai tempat curahan hati saya, dan saya
tidak berharap apapun tentang nasib saya yang sudah menjadi bubur ini.
Perjuangan saya selama 17 tahun di bidang Pendidikan ternyata tidak
menghasilkan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup bagi saya.

Bagi pembaca yang budiman yang sudah berkenan membaca curahan hati saya ini,
saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Semoga kasus yg menimpa saya
ini tidak menimpa pada diri anda semuanya. dan saya himbau bagi anda yang
kepengen mengabdi jadi Guru atau PTT di sekolah, jangan berharap mendapatkan
kesejahteraan yang imbang dengan jerih payah yg anda keluarkan. Kuliah saya
hanya sia-sia saja tidak bisa disalurkan pada biang pendidikan.

Demikian Curahan hati saya ini saya tulis apa adanya dan tidak ada maksud
Politis maupun pencitraan diri saya. semata-mata hanya utk mengeluarkan
uneg-uneg yang menghimpit di dada dan SAYA TIDAK BERHARAP SAMA SEKALI UNTUK
KEMBALI MENJADI GURU DAN TENAGA TEKHNIS DI SEKOLAH BERSANGKUTAN SAMPAI
KAPANPUN, semoga kasus saya ini bisa dijadikan cermin bagi anggota GTT/PTT
seluruh Indonesia pada umumnya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan
tugas di sekolah jika mendapatkan profil seorang Kepala Sekolah yang sejenis
diatas.
Wassalamu 'alaikum. Wr.Wb !

Nama Lengkap*:Bentar Suryapranata
Alamat*:Banguntapan, Bantul, Jogjakarta
Status Guru*:Non PNS (Sekolah/Madrasah Negeri)
Nama Sekolah/Madrasah*:SMK Nasional Berbah
Lama
Mengajar*:2 Tahun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar