Rabu, 04 Juli 2012

DPR Sarankan Guru Honorer yang Mau ke Pegunungan Fak-Fak Langsung Diangkat CPNS

JAKARTA - Distribusi guru di Indonesia yang tidak merata menyebabkan banyak wilayah terisolir tidak punya tenaga pendidik. Sebaliknya di wilayah perkotaan justru tenaga guru berlebihan. Akibatnya satu mata pelajaran bisa dipegang oleh dua guru.

"Pendistribusian guru-guru kita kacau balau. Di satu wilayah kekurangan guru, di wilayah lain malah berlebihan," ujar Gamari Sutrisno, anggota Komisi II DPR RI, di Gedung Senayan, Selasa (3/7).


Dia mencontohkan kondisi anak sekolah di Pegunungan Fak-Fak. Sekolah yang hanya dapat dihitung jari itu sangat kekurangan tenaga guru. "Ada sekolah yang gurunya satu meng-handle beberapa kelas. Ada yang tidak ada sama sekali sehingga banyak anak usia SD sampai SMP tidak bersekolah. Kalau begini terus bagaimana kita bisa  memperbaiki kualitas SDM di Papua," ujar Gamari.

Dia lantas menyarankan pemerintah untuk mengangkat guru honorer menjadi CPNS, asal mereka bersedia ditempatkan di wilayah-wilayah terisolir seperti Fak-Fak. "Daripada guru honorernya tidak terakomodir, tempatkan saja mereka di daerah terpencil dengan konsekuensi mereka diangkat CPNS. Mereka bisa mengajar di daerahnya bila sudah lewat lima tahun misalnya," tandasnya. (esy/jpnn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar