Jumat, 03 Agustus 2012

Masuki hari ke-5, penyelenggaraan uji kompetensi guru masih kacau

JAKARTA: Sejumlah guru mengeluhkan kesiapan panitia, dalam hal ini Kemendiukbud, dalam menyelenggarakan uji kompetensi guru. Pasalnya, sampai hari ke-5 hari ini, para guru belum juga bisa mengakses soal-soal ujian UKG online tersbeut.

Persoalan utama adalah pada koneksi Internet, dan belum siapnya server Kemendikbud dalam menerima akses yang meningkat signifikan dalam waktu bersamaan, yaitu jutaan guru dari seluruh Indonesia. Faktor sosialisasi yang kurang dan pelaksanaan yang mepet di bulan Ramadan juga menjadi kendala serius para guru.

Mendikbud Muhammad NUh mengungkapkan uji kompetensi terkesan digelar dengan terburu-buru. Ia mengatakan, persiapan telah dilakukan dengan matang. Persoalan yang muncul hanya merupakan kendala teknis.

Tak sedikit guru peserta UKG mengeluhkan melencengnya substansi soal dengan kompetensi yang diujikan. Belum lagi kelengkapan soal bergambar yang tersaji dengan buruk, dan soal ujian yang tidak dilengkapi dengan pilihan jawaban.

Lebih parah lagi di daerah, karena sulitnya mengakses soal, hingga para guru diperbolehkan mengulang uji kompetensi pada Oktober mendatang.

UKG hari pertama di Salatiga, Riau, Surabaya dan kota-kota lain secara umum mengalami kendala teknis terkait dengan koneksi dengan server pusat dan gagalnya login ujian.
 
Hanya di Jakarta yang mengalami kendala terkecil. Parahnya, di daerah, peserta tidak mau beranjak dan bahkan dilarang beranjak oleh pengawas karena khawatir server-nya tiba-tiba berfungsi sehingga ujian bisa berjalan.

Namun, sampai waktu ujian berakhir, ada beberapa sekolah tetap tidak memeroleh koneksi dengan pusat. Ada yang sudah konek selama 50 menit dan akhirnya koneksinya juga drop.
  
Para guru akhirnya hanya duduk terpaku di depan monitor karena server tidak kunjung konek dengan pusat. Kegalauan mereka agak sedikit terobati dengan munculnya pengumuman akan adanya UKG ulang Oktober mendatang.
  
Jutaan guru yang sudah galau dengan adanya pelaksanaan UKG ini menjadi tambah risau. Mereka secara umum takut akan kehilangan tunjangan profesi jika nilai UKG-nya jelek.(api)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar